Tampilkan postingan dengan label PUISI & SAJAK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PUISI & SAJAK. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 30 Juli 2011

Tuhan Sembilan Senti (Taufik Ismail)


Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok, tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok.

Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,
hansip-bintara-perwira nongkrong merokok,
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok.

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im sangat ramah bagi perokok, tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok.

Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,
di ruang kepala sekolah…ada guru merokok,
di kampus mahasiswa merokok,
di ruang kuliah dosen merokok,
di rapat POMG orang tua murid merokok,
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya apakah ada buku tuntunan cara merokok.

Di angkot Kijang penumpang merokok,
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk orang bertanding merokok,
di loket penjualan karcis orang merokok,
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,
di andong Yogya kusirnya merokok,
sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok.

Negeri kita ini sungguh nirwana kayangan para dewa-dewa bagi perokok, tapi tempat cobaan sangat berat bagi orang yang tak merokok.

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam menguasai kita.

Di pasar orang merokok,
di warung Tegal pengunjung merokok,
di restoran, di toko buku orang merokok,
di kafe di diskotik para pengunjung merokok.

Bercakap-cakap kita jarak setengah meter tak tertahankan asap rokok,
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun menderita di kamar tidur
ketika melayani para suami yang bau mulut dan hidungnya mirip asbak rokok.

Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul saling menularkan HIV-AIDS sesamanya, tapi kita tidak ketularan penyakitnya. Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya mengepulkan asap rokok di kantor atau di stop-an bus, kita ketularan penyakitnya. Nikotin lebih jahat penularannya ketimbang HIV-AIDS.

Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di dunia, dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu, bisa ketularan kena.

Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,
di apotik yang antri obat merokok,
di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,
di ruang tunggu dokter pasien merokok,
dan ada juga dokter-dokter merokok.

Istirahat main tenis orang merokok,
di pinggir lapangan voli orang merokok,
menyandang raket badminton orang merokok,
pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,
panitia pertandingan balap mobil, pertandingan bulutangkis, turnamen sepakbola mengemisngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok.

Di kamar kecil 12 meter kubik, sambil ‘ek-’ek orang goblok merokok,
di dalam lift gedung 15 tingkat dengan tak acuh orang goblok merokok,
di ruang sidang ber-AC penuh, dengan cueknya, pakai dasi, orang-orang goblok merokok.

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im sangat ramah bagi orang perokok, tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok.

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam menguasai kita.

Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh, duduk sejumlah ulama terhormat merujuk kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.
Mereka ulama ahli hisap.
Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.
Bukan ahli hisab ilmu falak,
tapi ahli hisap rokok.

Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka terselip berhala-berhala kecil, sembilan senti panjangnya, putih warnanya, kemana-mana dibawa dengan setia, satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya.

Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang, tampak kebanyakan mereka memegang rokok dengan tangan kanan, cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.
Inikah gerangan pertanda yang terbanyak kelompok ashabul yamiin dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?

Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu.
Mamnu’ut tadkhiin, ya ustadz. Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.
Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.
Haadzihi al ghurfati malii’atun bi mukayyafi al hawwa’i.
Kalau tak tahan, di luar itu sajalah merokok.

Laa taqtuluu anfusakum. Min fadhlik, ya ustadz.
25 penyakit ada dalam khamr. Khamr diharamkan.
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi). Daging khinzir diharamkan.
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok. Patutnya rokok diapakan?

Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz. Wa yuharrimu ‘alayhimul khabaaith.
Mohon ini direnungkan tenang-tenang, karena pada zaman Rasulullah dahulu, sudah ada alkohol, sudah ada babi, tapi belum ada rokok.

Jadi ini PR untuk para ulama.
Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok, lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan, jangan.

Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini.
Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu, yaitu ujung rokok mereka.
Kini mereka berfikir. Biarkan mereka berfikir.
Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap, dan ada yang mulai terbatuk-batuk.

Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini, sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok. Korban penyakit rokok lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas.

Lebih gawat ketimbang bencana banjir, gempa bumi dan longsor, cuma setingkat di bawah korban narkoba.

Pada saat sajak ini dibacakan, berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara kita,
jutaan jumlahnya, bersembunyi di dalam kantong baju dan celana, dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna, diiklankan dengan indah dan cerdasnya.

Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri, tidak perlu ruku’ dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini, karena orang akan khusyuk dan fana dalam nikmat lewat upacara menyalakan api dan sesajen asap tuhan-tuhan ini.

Rabbana, beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.
Unknown PUISI & SAJAK
Jumat, 17 Juni 2011

DOA SEORANG JENDERAL UNTUK PUTERANYA

Tuhanku,
Bentuklah puteraku menjadi manusia yang cukup kuat untuk mengetahui kelemahannya.
Dan berani menghadapi dirinya sendiri dalam ketakutan.
Manusia yang bangga dan tabah menghadapi kekalahan.
Tetap jujur dan rendah hati dalam kemenangan.
Bentuklah puteraku menjadi manusia yang berhasrat mewujudkan cita-citanya dan tidak hanya tenggelam dalam angan-angannya saja.
Seorang putera yang sadar bahwa mengenal Engkau dan dirinya sendiri adalah landasan ilmu pengetahuan.

Tuhanku,
Aku mohon, janganlah pimpin puteraku di jalan yang mudah dan lunak.
Namun, tuntunlah dia di jalan yang penuh godaan dan hambatan, kesulitan dan tantangan.
Biarkan puteraku belajar untuk tetap berdiri di tengah badai dan senantiasa belajar mengasihi mereka yang tidak berdaya.
Ajarilah ia berhati tulus dan bercita-cita tinggi, sanggup memimpin dirinya sendiri, sebelum mempunyai kesempatan memimpin orang lain.
Berikanlah hamba seorang putera, yang mengerti makna tawa ceria, tanpa melupakan makna tangis duka.
Putera yang berhasrat, untuk menggapai masa depan yang cerah, namun tak pernah melupakan masa lampau.
Dan setelah semua menjadi miliknya..
Berikan dia cukup kejenakaan, sehingga ia dapat bersikap sungguh-sungguh, namun tetap dapat menikmati hidupnya.

Tuhanku,
Berilah ia kerendahan hati..
Agar ia ingat akan kesederhanaan dan keagungan yang hakiki.
Pada sumber kearifan, kelemah lembutan, dan kekuatan yang sempurna.
Dan pada akhirnya bila semua itu terwujud,
hamba, ayahnya, berani berkata,
"Hidupku tidaklah sia-sia"
Unknown PUISI & SAJAK

SIAPAKAH

Siapakah orang yang sibuk ?
Orang yang sibuk adalah orang yang
suka menyepelekan waktu sholatnya
seolah olah ia mempunyai kerajaan
seperti kerajaan Nabi
Sulaiman 'alaihis salaam.
Maka sempatkanlah bagimu untuk
beribadah ....... dan bersegeralah !

Siapakah orang yang manis senyumannya ?
Orang yang mempunyai senyuman yang
manis adalah orang yang ditimpa
musibah lalu dia berucap "Inna lillahi
wainna illaihi rajiuun." Kemudian
berkata,"Ya Rabb, Aku ridha dengan
ketentuanMu ini", sambil mengukir
senyuman.
Maka berbaik hatilah dan
bersabar .......

Siapakah orang yang kaya ?
Orang yang kaya adalah orang yang
bersyukur dengan apa yang ada dan
tidak lupa akan kenikmatan dunia yang
sementara ini.
Maka bersyukurlah atas nikmat yang kau
terima dan berbagilah .......

Siapakah orang yang miskin ?
Orang yang miskin adalah orang tidak
puas dengan nikmat yang ada selalu
menumpuk-numpukkan harta.
Maka janganlah kau menjadi kikir juga
dengki .......

Siapakah orang yang rugi ?
Orang yang rugi adalah orang yang
sudah sampai usia pertengahan namun
masih berat untuk melakukan ibadah dan
amal-amal kebaikan.
Maka hargailah waktumu dan
bersegeralah .......

Siapakah orang yang paling cantik ?
Orang yang paling cantik adalah orang
yang mempunyai akhlak yang baik.
Maka peliharalah akhlakmu dari dosa
dan noda .......

Siapakah orang yang mempunyai rumah
yang paling luas ?
Orang yang mempunyai rumah yang paling
luas adalah orang yang mati
membawa amal-amal kebaikan dimana
kuburnya akan diperluaskan sejauh mata
memandang.
Maka beramal shaleh-lah selagi sempat
dan mampu .......

Siapakah orang yang mempunyai rumah
yang sempit lagi dihimpit ?
Orang yang mempunyai rumah yang sempit
adalah orang yang mati tidak
membawa amal-amal kebaikan lalu
kuburnya menghimpitnya.
Maka ingatlah akan kematian dan
kehidupan setelah dunia .......



Siapakah orang yang mempunyai akal ?
Orang yang mempunyai akal adalah orang
orang yang menghuni surga kelak
karena telah menggunakan akal sewaktu
di dunia untuk menghindari siksa
neraka.


Maka peliharalah akal sehatmu dan
pergunakan semaksimal mungkin untuk
mengharap ridhaNya
Unknown PUISI & SAJAK

DEAR ALLAH

DEAR ALLAH ……
jadikan aku pelindung bagi istri dan kedua anakku
jadikan wajahku selalu tampak menyenangkan buat mereka
jadikan tatap mataku selalu membuat mereka teduh
jadikan pundakku sebagai tempat mereka melepas resah
jadikan setiap perkataanku sebagai angin sejuk buat mereka

DEAR ALLAH ……
izinkan setiap pelukanku terhadap mereka menjadi jalanku untuk lebih mendekat kepadaMu
izinkan setiap sentuhanku terhadap mereka menjadi perekat cintaku kepadaMu
izinkan setiap pertemuan kami menjadikan kami bersyukur kepadaMu

DEAR ALLAH……
izinkan hati yang sangat halus ini tidak pernah merasa tersakiti
izinkan hati yang rentan ini tidak pernah merasa terkhianati

DEAR ALLAH……
jiwa kami ada dalam genggamanMu
maka izinkanlah jiwa kami selalu bertaut dalam cintaMu
Unknown PUISI & SAJAK
Minggu, 12 Juni 2011

AKU DIMAKAMKAN HARI INI

Perlahan, tubuhku ditutup tanah,
perlahan, semua pergi meninggalkanku,
masih terjelas langkah-langkah terakhir mereka
aku sendirian, di tempat gelap yang tak pernah terbayang
sendiri menunggu keputusan
Menyesal sudah tak mungkin,
taubat tak lagi dianggap,
dan maaf pun tak bakal didengar,
aku benar-benar harus sendiri
Tuhanku,
Jika kau beri akau satu lagi kesempatan,
Jika kau pinjamkan lagi beberapa hari milik-Mu
beberapa hari saja…
aku harus berkeliling memohon maaf pada mereka
yang selama ini telah merasakan zalimku,
yang selama ini sengsara karena aku,
yang tertindas dalam kuasaku,
yang selama ini telah kusakiti hatinya,
yang selama ini telah aku bohongi
begitu sesal diri ini
karena hari-hari telah berlalu tanpa makna
penuh kesia-siaan
Aku dimakamkan hari ini
dan semua menjadi tak termaafkan,
dan semua menjadi terlambat,
dan aku harus sendiri,
untuk waktu yang tak terbayangkan
Unknown PUISI & SAJAK
Minggu, 05 Juni 2011

Begitu Engkau Bersujud

Begitu engkau bersujud, terbangunlah ruang
yang kau tempati itu menjadi sebuah masjid
Setiap kali engkau bersujud, setiap kali
pula telah engkau dirikan masjid
Wahai, betapa menakjubkan, berapa ribu masjid
telah kau bangun selama hidupmu?
Tak terbilang jumlahnya, menara masjidmu
meninggi, menembus langit, memasuki alam makrifat

Setiap gedung, rumah, bilik atau tanah, seketika
bernama masjid, begitu engkau tempati untuk bersujud
Setiap lembar rupiah yang kau sodorkan kepada
ridha Tuhan, menjelma jadi sajadah kemuliaan
Setiap butir beras yang kau tanak dan kau tuangkan
ke piring ke-ilahi-an, menjadi se-rakaat sembahyang
Dan setiap tetes air yang kau taburkan untuk
cinta kasih ke-Tuhan-an, lahir menjadi kumandang suara adzan

Kalau engkau bawa badanmu bersujud, engkaulah masjid
Kalau engkau bawa matamu memandang yang dipandang
Allah, engkaulah kiblat
Kalau engkau pandang telingamu mendengar yang didengar Allah, engkaulah tilawah suci
Dan kalau derakkan hatimu mencintai yang dicintai Allah, engkaulah ayatullah

Ilmu pengetahuan bersujud, pekerjaanmu bersujud,
karirmu bersujud, rumah tanggamu bersujud, sepi
dan ramaimu bersujud, duka deritamu bersujud
menjadilah engkau masjid
Unknown PUISI & SAJAK

Dari Ibu Seorang Demonstran

Ibu telah merelakan kalian
Untuk berangkat demonstrasi
Karena kalian pergi menyempurnakan
Kemerdekaan negeri ini

Ya, ibu tahu, mereka tidak menggunakan gada
Atau gas airmata
Tapi langsung peluru tajam
Tapi itulah yang dihadapi
Ayah kalian almarhum
Delapan belas tahun yang lalu

Pergilah pergi, setiap pagi
Setelah dahi dan pipi kalian
Ibu ciumi
Mungkin ini pelukan penghabisan
(Ibu itu menyeka sudut matanya)

Tapi ingatlah, sekali lagi
Jika logam itu memang memuat nama kalian
(Ibu itu tersedu sedan)

Ibu relakan
Tapi jangan di saat terakhir
Kau teriakkan kebencian
Atau dendam kesumat
Pada seseorang
Walapun betapa zalimnya
Orang itu

Niatkanlah menegakkan kalimah Allah
Di atas bumi kita ini
Sebelum kalian melangkah setiap pagi
Sunyi dari dendam dan kebencian
Kemudian lafazkan kesaksian pada Tuhan
Serta rasul kita yang tercinta

pergilah pergi
Iwan, Ida dan Hadi
Pergilah pergi
Pagi ini

(Mereka telah berpamitan dengan ibu dicinta
Beberapa saat tangannya meraba rambut mereka
Dan berangkatlah mereka bertiga
Tanpa menoleh lagi, tanpa kata-kata)
Unknown PUISI & SAJAK

Bagaimana Kalau

Bagaimana kalau dulu bukan khuldi yang dimakan Adam.
tapi buah alpukat
Bagaimana kalau bumi bukan bulat tapi segi empat
Bagaimana kalau lagu Indonesia Raya kita rubah
dan kepada Koes Plus kita beri mandat
Bagaimana kalau ibukota Amerika Hanoi
dan ibukota Indonesia Monaco
Bagaimana kalau malam nanti jam sebelas
salju turun di Gunung Sahari
Bagaimana kalau bisa dibuktikan bahwa Ali Murtopo, Ali Sadikin
dan Ali Wardhana ternyata pengarang-pengarang lagu pop
Bagaimana kalau hutang-hutang Indonesia
dibayar dengan pementasan Rendra
Bagaimana kalau segala yang kita angankan terjadi
dan segala yang terjadi pernah kita rancangkan
Bagaimana kalau akustik dunia jadi sedemikian sempurnanya sehingga di
kamar tidur kau dengar deru bom Vietnam, gemersik sejuta kaki
pengungsi, gemuruh banjir dan gempa bumi sera suara-suara
percintaan anak muda, juga bunyi industri presisi dan
margasatwa Afrika
Bagaimana kalau pemerintah diizinkan protes dan rakyat kecil
mempertimbangkan protes itu
Bagaimana kalau kesenian dihentikan saja sampai di sini dan kita
pelihara ternak sebagai pengganti
Bagaimana kalau sampai waktunya
kita tidak perlu bertanya bagaimana lagi
Unknown PUISI & SAJAK